![]() |
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad |
Dalam sambutannya, Anshar menyampaikan bahwa program ini adalah tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, TNI AL, Korem 033 Wirapratama, dan Polda Kepri. Inisiatif ini selaras dengan program nasional dalam meningkatkan ketahanan pangan serta memperkuat pertahanan dan keamanan negara.
"Kemarin kita sudah mulai penanaman sorgum oleh TNI AL Lanudal Tanjungpinang, kemudian penanaman jagung oleh Polda Kepri, dan hari ini kita mulai penanaman perdana padi di Natuna," ujar Anshar.
Di tahun 2025, Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran APBD untuk membiayai 60 hektar lahan pertanian padi yang tersebar di beberapa kabupaten, termasuk 15 hektar di Natuna, 15 hektar di Bintan, 15 hektar di Lingga, dan 15 hektar di Anambas. Program ini juga mendapat dukungan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) dalam hal pengairan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Kepri, Dr. Rika Azmi, dalam laporannya menyebutkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan beras di Kepulauan Riau, diperlukan lahan pertanian seluas 19.000 hektar. Saat ini, luas lahan yang dikelola masih jauh dari target tersebut, namun pemerintah tetap optimis.
"Saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya sukses dalam penanaman, tetapi juga hingga tahap panen. Sehingga usaha para petani tidak sia-sia dan hasilnya bisa meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Rika Azmi.
Sementara itu, luas lahan pertanian yang saat ini akan ditanami padi oleh Kelompok Tani Cipto Dadi baru sekitar 5 hektar, dengan lima lokasi berbeda, yaitu dua lokasi di Desa Batubi Jaya, dua lokasi di Desa Gunung Putri, dan satu lokasi di Desa Semedang.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi pengembangan sektor pertanian di Natuna dan mendukung swasembada pangan di Kepulauan Riau.
(Dayat)
Posting Komentar