Bupati dan jajaran saat Tinjau RSUD Natuna- |
" Kita sudah lalukan peninjauan ke RSUD ke setiap bagian pelayanan, dan kemaren kita ketahui bersama bahwa terjadi kekosongan jarum untuk cuci darah, dan kita juga sudah lihat kondisi ruang operasi, selanjutnya kita akan lakukan evaluasi bersama inspektorat. Evaluasi keseluruhan, pelayanan, pimpinan dan lainnya," kata Bupati Natuna, Wan Siswandi.
Kepada wartawan orang nomor satu dilingkungan Pemkab Natuna ini menyampaikan, sejauh ini pasangan kepala daerah telah mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementrian terkait, untuk mendapatkan bantuan bagi pembangunan Natuna, sementara untuk pengelolaan di lapangan merupakan tanggung jawab dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
" Urusannya cari duit, urusan fasilitas itu tanggung jawab Bupati, tapi urusan Rumah Sakit, itu urusan Direktur RSUD dan teman - teman di Rumah Sakit, " tambah Bupati.
Bupati Natuna Wan Siswandi menambahkan, penunjukan pimpinan OPD termasuk Direktur RSUD, dilakukan berdasarkan musyawarah Pimpinan dan Baperjakat, yang sudah melalui uji kelayakan atau fit and proper test.
"Kami tidak minta uang kepada pimpinan OPD, kami hanya minta bekerja dengan baik, laksanakan tugas dengan tanggung jawab, itu saja sudah cukup," tandas Bupati.
Adapun sidak yang dilakukan Pemkab Natuna ke RSUD ini terkait dengan adanya pemberitaan mengenai keluhan pasen hemodialisa yang tidak dapat melalukan cuci darah pada minggu lalu karena kekosongan jarum untuk cuci darah.
Bupati meninjau pasien cuci darah |
Bupati dan Wabup meninjau ruang operasi |
Bupati dan Wakil Meninjau ruang IGD |
Bupati dan Wakil Bupati Natuna memberikan keterangan pers usai sidak do RSUD Natuna |
(Piston)
Posting Komentar